BOKEP - Aku adalah seorang mahasiswa yg pendiam dan minder terhadap lingkungan sekitar ku terutama aku minder tehadap wanita. aku belum pernah berpacaran karena aku selalu di hina oleh teman-temanku karena gaya aku yg norak dan di sebut ‘si cupu’ oleh teman-teman ku.
Ada temanku yg sering ngerjain aku, ku sebut saja nama nya Firman. aku kadang kesal terhadap tingkah laku dia yg sering mengejekku di depan teman-teman pria maupun wanita. Gara-gara dia tidak ada wanita yg dekat pada ku.
Oh ya, Firman mempunyai pacar yg bernama Reni. Reni yg sangat cantik dan sexy membuat para lelaki terengang-engang melihat badan Reni yg putih dan mulus, apalagi buah dada yg sangat busekel (besar dan kencang) kira-kira ukuran nya 36B. Termasuk aku yg menyegani kemolekan tubuh yg sangat enak di lihat apalagi di cicipi seprti makanan kesukaan ku kue apem.
Matahari pun sudah terbenam layaknya para mahasiswa bubar kuliah. tetapi aku masih belum beranjak di posisi tempat duduk di kelas karena aku sedang mengerjakan tugas. Setalah selesai aku pun berniat untuk pulang ke kost-an. Namun nasib ku sangat beruntung namun hina.
Pada saat aku berjalan ke aula kampus aku bertemu Reni, dia membuat aku mabuk kepayang melihat Reni yg mengenakan dress yg bewarna putih. Dalam hatiku ingin sekali aku mengobrak-abrik tubuh nya. Dengan adanya bisikan setan yg menyertaiku, aku ada rencana busuk untuk mendapatkan Reni seluruhnya.
Lalu kusapa dia ‘Reni kok sendiriian?? ga bareng sama Firman’ dengan nada halus.
‘Eh si cupu..’ tampang sinis. ’ni lagi nunggu Firman ngambil mobil’
Dekat dengan Reni bagaikan di kebun bunga yg wangi dan bunga-bunga cantik seperti Reni.
‘Oh gitu… ‘ kata ku
Sudah adanya rencana busuk terhadap Reni yg sendiri, ku lihat disekitar ku ada batang kayu yg cukup besar kira-kira panjang nya 30cm. ku ambil kayu balok tersebut tanpa sepetahuan Reni. Langsung ku pukul bagian belakang kepala Reni ‘bbbbuugg……….’ sontak Reni pun langsung pingsan di depanku. Jam pun sudah pas ke angka 9 malam dan suasana kampus yg sepi tak ada orang. Aku gendong Reni ke dalam kelas yg paling ujung kampus yaitu kelas lab fisika.
‘dddrriiinggg…..’ hp Reni bersuara.
Ternyata sms dari Firman yg menanyakan keberadaan diri nya. Ku balas sms nya dengan kata-kata ‘beib aku di lab fisika soalnya ada yg ketinggalan di kelas, kamu bantuin aku nyari yaa..’
Tak lama kemudian aku mendengar suara Firman yg memanggil Reni. Pas Firman buka pintu, ku pukul juga bagian kepala belakang Firman. Aku mengumpat di belakang pintu. Firman pun tergeletak tak berdaya di lantai. Jam 10an Firman terbangun dengan merasa kaget dengan situasi yg sangat gelap gulita. ‘celkleek’ lampu pun nyala yg langsung terlihat jelas apa yg ada di depan nya. Firman teriak
‘Ren..Reni???’ posisi Reni yg masih pingsan karena benturan keras dengan kaki dan tangan nya terikat oleh tali yg cukup kuat.
Firman pun kaget melihat Reni yg tak berdaya, ia pun langsung bangun namun tak menyadari dia pun terikat sama seperti sang pacar, Reni.
Aku masuk ke dalam kelas dengan wajah yg aku tutupi dengan handuk kecil yg ku bawa. Firman bertanya dengan nada kesal
‘sapa lo???’
‘apa apaan ni gw di iket-iket segala pake ada Reni juga lagi’
Aku sengaja diam saja karena takut suara ku ketahuan oleh Firman. Aku menghampiri Firman lalu ku lakban mulutnya dengan lakban yg ku beli di warung pak ucok depan kampus. Reni tersadar dengan sendirinya, ia pun kaget kenapa dia di ikat dan mata yg tertutup. Aku menghampiri Reni sama seperti Firman ingin menutup mulutnya dengan lakban.
Melihat tubuh Reni wauuuuwww…. perfect sekali. Aku tak tahan lagi dengan melihat jepitan buah dada nya seperti celengan yg sangat besar. Jemari ku mulai nakal dengan mengelus paha Reni yg putih dan halus. Reni pun merasa bergetar saat jemariku mulai mengelus dan meraba-raba nya.
Dengan nafsu yg sangat besar aku puk memindah kan Reni ke meja lab yg besar jadi muat untuk badan Reni untuk menidurkan badan Reni. Lalu ku ikatkan kembali tangan yg terlentang membuat terlihat jelas buah dada Reni yg sangat amat besar. Ku ikat juga kaki Reni jadi posisi Reni sekarang tidur terlentang namun posisi kaki Reni menyegang. Reni merasa ketakutan dengan posisi dia sekarang dan masih ingin berontak.
Aku melihat ada gunting di lab, lalu ku gunakan gunting tersebut untuk menggunting dress yg di kenakan Reni. Aku gunting sehelai tali yg menygga di bahu Reni.’ccllekkk…’ sontak langsung ku buka dress yg sudah tergunting, melihat bongkahan dada Reni yg di lapisi BH bewarna kuning.
‘wooowwww….’ dalam diri ku.
Dengan rasa yg tak sabar ku robek dress sehingga CD Reni pun terlihat yg satu stel dengan BH nya. Celana ku mulai menjadi ketat tapi bagian depan nya saja hingga resleting ku ingin membludak karena tak tahan lagi melihat Reni yang hanya mengenakan BH dan CD saja.
Adegan menggunting dress Reni di lihat sang pacar, Firman. Firman hanya bisa melotot dengan tatapan mata yg sagat kesal karena pacar nya di perlakukan tidak senonoh. namun tetap saja Firman tidak bisa bergerak maupun berontak. Karena ditutupi handuk, wajah ku sudah mulai panas seperti yg ada di depanku sangat hot. Ku buka saja handuk yg melilit pada wajahku sehingga membuat Firman semakin kesal dengan melihat wajah ku. Tapi ku acuh kan saja Firman seperti dia mengacuhkan aku.
Aku hanya fokus ke Reni, ku remas bongkahan seperti bakpao mandarin, putih pula lagi. Ku jilat bagian leher Reni perlahan-lahan membuat Reni menggelinjang, merinding seperti tetesan air es batu ke leher Reni.
Ku buka BH Reni yg posisi kaitan nya di depan, ku buka menggunakan dua jari ‘teeesss..’ apa yg terjadi yg tadi nya bongkahan dada nya seperti celengan sekarang berubah seperti buah melon yg telah di belah dua tentu nya sangat enak bukan kepayang. Tanpa banyak pikir ku cabak melon nya yg turun namun kencang, otomatis lidah ku pun menjurus ke puting yang menonjol dengan sangat keras seperti pion dalam permainan catur yg bewarna merah agak kecoklat-coklatan.
Ku sedot putingnya ‘ssslluurrpppppp….’ dengan suara yg kencang.
Aku menghisap puting seperti diriku melihat air dalam gurun yg sangat kering, tentu saja enak sekali,
Ku buka lakban pada mulut Reni sontak aku mendengar desahan Reni
‘Aaahhhhh…’ nada yg kencang dan merangsang sehingga nafsu birahi ku pun mulai menggejolak bagaikan panas lahar di dalam neraka.
Sebelum menuju tahap selanjutnya, ku rekam adeganku dan ku foto-foto tubuh Reni yg hanya menggenakan CD dan buah dada nya terlihat jelas.
Posisi ku berada di atas Reni, kucium bibir nya yg eksotis sambil tangan kanan ku mengelus-ngelus bagian memek Reni yg empuk, masih di lapisi CD bewarna kuning. Reni pun merasakan kenikmatan, begitu juga aku yg masih perjaka. Tanpa kusadari jemariku yg mengendap-endap ke selipan CD nya sudah mulai basah dan hangat.
Penasaran ku mulai ga kepayang, ku buka CD Reni yg wangi itu, terlihat bentuk yg menyerupai kue apem yg di lumuri dengan lendir-lendir di sekitar memek Reni. jari tengah ku mulai memainkan klitorisnya dan membuat Reni mendesah
‘Aahhh..ahhh..ahhhhh…..’ dengan tubuh yg bergerak kaya cacing kepanasan.
Suara desahan Reni membuat aku pun langsung menjilat bagian klitorisnya yg sudah becek namun sedikit berbau tak enak bila dihirup. Tak peduli dengan bau nya, terus ku jilat-jilat dengan kecepatan extra super cepat.
Reni pun ‘aahh.. ahh… ahh.. enak bangetttt……” enak..enak...enak….’
Semakin cepat goyangan lidah ku semakin besar desahan yg di keluarkan oleh Reni. Melihat Reni begitu Firman pun semakin naik darah melihat yg ku perbuat terhadap Reni. Aku pun merasakan kesakitan pada batang yg ku punya karena sudah lama menahan konak yg ku alami.
Ku buka celana panjang ku yg resleting nya agak mau rusak. ku buka juga CD ku yg bermerek GT-man. Sepertinya rudal yg ku punya sudah tak tahan ingin meluncurkan rudal ke udara bebas. Sama dengan aku ingin mecoblos memek yg mulus dan bulu yg halus di sekitar memeknya. Mulai naik ke meja ku tempelkan batangan ku ke pinggiran memek Reni. Pas jarum jam menujukan pukul 22:45 ku tancapkan batanganku yg besar ke dalam memek Reni.
‘aahhhhh.. ahhhh.. akhhhh…’ Reni tak henti-henti ny mengeluarkan nada seperti itu. Yg belum pernah ku rasakan sebelumnya. Sangat hangat dan agak terjepit di dalam memek Reni.
Dengan ada nya cairan birahi membuatku leluasa untuk bergerak-gerak selayaknya pasutri yg baru menikamati honeymoon.
‘Ssshhh…. aduuuuuhhh…… gede banget batangan nya, membuat aku menikmatinya’ ujar Reni.
‘Ahhh.. uuhhh… ssshhh... ahhh.. uhhhh nikmatnya….’ yg keluar dari perkataan Reni.
Aku pun mulai menikatinya dan terbiasa dengan gerakan maju-mundur, maju-mundur, terus begitu.
‘Pokkk.. pokkk.. pokkkk... pokk…’ suara benturan kontol ku terhadap memek Reni.
Seperti bermain billiard, bola gantung, ku sodok sekencang-kencang nya sampai-sampai aku mengeluarkan keringat.
‘Uuuhhhh…. ooohhhhh…. ohhhhh.. oooohhhhh……’ desahan Reni.
‘Iiiiyyaaabbbuuyyyyy’ aku kaget mendengar kata-kata itu.
Ku keluarkan kontolku dan kulihat memek Reni yg teronta-ronta dan ngembang-ngempis seakan bebas dari siksaan namun nikmat.
Ku pompa trus setelah ku masukkan lagi ke dalam memek nya. Jari-jari Reni seperti kucing yg mengorek-ngorek pasir, yg tak tahan menikmati apa yang sedang di alami nya.
‘Pooooookkkkkkk…………… ppppooookkkk…….. ppppooookkkkkk………’
Kuremas buah dada Reni yang bergetar tak henti-hentinya.
‘Oooohhhh…. uuuhhhh…… aaaahhh….. sssssssshhhhhhhh’ sambil mengigit bawah bibir nya.
Sungguh luar biasa nikmatnya.
Sekitar 30 menit berlalu, tubuh Reni yg sudah berkeringat tiba-tiba ‘ccccrrrrr… aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh’ seperti air keran yg bocor, ternyata memek Reni mengalami kebanjiran lagi.
Lendir-lendirnya tertetes di meja. Ini membuat aku semakin semangat untuk menyudahi kebiadaban ini. Tubuh Reni yg sudah lemas tak berpengaruh pada diri ku, terus kusodokkan kontolku yg berada di dalam memek nya. Tak lama kemudian aku sudah ingin mengeluarkan sperma, dan sudah tak tahan lagi. Kulepaskan batangan ku lalu langsung kusodorkan kontol ku di arah kan ke mulut Reni yg eksotis.
‘aarrrrrggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.... cccrrrooottt…. crootttt… cccoorrrttt… ccrrrooootttt…. crrrootttt…. hah.. hah… ha….’ kecapean aku hanya unutk mengeluarkan sperma.
Ku lihat mulut dan muka Reni sudah di lumuri sperma-sperma yg keluar sangat deras. Reni pun langsung mengenyot kontolku yang sudah leoyo. Lidah Reni keluar dan membersihkan sperma di sekitar mulut nya dan langsung di telan nya. Lutut ku pun terasa lemas.
Firman melihat adegan aku memperkosa pacarnya dan hanya bisa meneteskan air mata. Lalu ku ancam ‘klo lo macem-macem ma gw, gw sebarin nih video pacar lo dan foto-foto nya’.
Firman hanya bisa mengangguk-ngangguk saja sambil meneteskan air mata sementara Reni sibuk membersihkan sisa-sisa spermaku yang ada di bibirnya. Sungguh terpuaskan aku.
JadwalPoker : Agen Poker Online TERPERCAYA - Website Agen Poker Terpercaya
Bonus Rollingan 0.3%, Referral 20%
Promo BONUS DEPOSIT RP 5.000 SETIAP HARI *
Game yang kami sediakan : POKER - CAPSA SUSUN - DOMINO
CEME - BLACKJACK
Langsung Hubungi CS Sekarang Juga :
Live Chat : www.jadwalpoker.com
BB Pin : 7AD0BDE2
YM : jadwalpoker1




No comments:
Post a Comment